16 Tempat Wisata Terbaik dan Populer di Solo
Kota Surakarta, atau yang lebih populer dikenal sebagai Solo, senantiasa memancarkan pesona magis yang berakar kuat pada tradisi Jawa. Mengusung slogan “Solo The Spirit of Java”, kota ini bukan sekadar destinasi liburan biasa, melainkan pusat kebudayaan yang berhasil merawat warisan leluhur di tengah laju modernisasi.
Mulai dari kemegahan istana kerajaan, pasar tradisional yang hidup, hingga destinasi eduwisata kontemporer, Solo menawarkan kehangatan khas yang membuat setiap pelancong merasa seperti pulang ke rumah. Menjelajahi tempat wisata di Solo kini semakin menyenangkan berkat tata kota yang kian rapi dan sistem transportasi publik yang terintegrasi dengan baik.
Keunggulan lain dari Kota Kembang Kempis ini adalah biaya hidup dan wisatanya yang relatif sangat terjangkau, menjadikannya surga bagi para pemburu kuliner legendaris dan pencinta kain batik. Jika Anda sedang merencanakan petualangan yang berkesan bersama keluarga, teman, atau bahkan perjalanan mandiri, berikut adalah rekomendasi destinasi wisata terbaik di Solo yang wajib Anda kunjungi.
Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik dan Populer di Solo
Berikut adalah daftar objek pariwisata terpopuler di Solo yang diurutkan berdasarkan tingkat popularitas, volume ulasan positif tertinggi di Google, serta kualitas pengalaman rekreasi yang ditawarkan kepada para pengunjung:
1. Keraton Surakarta Hadiningrat
Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan jantung sejarah dan kebudayaan Kota Solo yang didirikan pada tahun 1744 oleh Susuhunan Pakubuwana II. Begitu melintasi pintu gerbangnya, Anda akan langsung merasakan atmosfer kerajaan Jawa yang sangat kental dan sakral. Kompleks istana ini didominasi oleh perpaduan warna biru tirta dan putih, lengkap dengan bangunan menara tinggi bernama Panggung Sangga Buwana yang dulunya digunakan untuk mengintai serta bermeditasi.
Di dalam kawasan keraton, terdapat museum yang menyimpan berbagai koleksi berharga milik kesultanan, mulai dari kereta kencana pusaka, senjata tradisional, arca kuno, hingga hadiah-hadiah dari raja-raja Eropa. Wisatawan yang berkunjung diwajibkan mematuhi peraturan adat yang berlaku, seperti berpakaian sopan dan melepaskan alas kaki saat berjalan di atas hamparan pasir hitam luas yang diambil langsung dari pantai selatan Jawa.
2. Pura Mangkunegaran
Pura Mangkunegaran adalah istana resmi bagi Kadipaten Mangkunegaran yang memiliki gaya arsitektur unik berupa perpaduan antara kemegahan arsitektur Jawa klasik dan sentuhan interior bergaya Eropa. Daya tarik utama dari istana ini adalah Pendopo Ageng, sebuah aula terbuka tanpa tiang tengah berskala raksasa yang diklaim sebagai salah satu pendopo terbesar di Indonesia. Bagian langit-langit pendopo dihiasi lukisan astrologi Jawa bernuansa mistis dengan warna-warna alami yang memukau.
Kompleks istana ini semakin ramai dibicarakan dan dikunjungi setelah pembukaan kembali Pracima Tuin, sebuah taman kerajaan berarsitektur mewah yang dilengkapi dengan restoran premium. Di taman ini, pengunjung dapat menikmati hidangan kuliner khas royal family Mangkunegaran sembari memandangi air mancur dan arsitektur kaca yang estetik, memberikan pengalaman liburan berkelas yang tak terlupakan.
3. Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo merupakan permata arsitektur religi baru di Kota Solo yang merupakan hadiah langsung dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA) untuk Presiden Joko Widodo. Bangunan megah ini dirancang sebagai replika mini dari Sheikh Zayed Grand Mosque yang berada di Abu Dhabi. Didominasi oleh marmer putih bersih beraksen emas, masjid ini menampilkan kemewahan visual religi yang luar biasa memikat, baik di siang maupun malam hari.
Selain keindahan eksteriornya yang dipenuhi kubah-kubah besar dan menara tinggi, bagian interior masjid ini dilengkapi dengan karpet bermotif batik khas Solo yang dirancang khusus. Kawasan masjid terbuka bagi seluruh wisatawan yang ingin mengagumi keindahannya secara gratis, selama mengenakan pakaian yang menutup aurat dan menjaga kesopanan di dalam rumah ibadah.
4. Museum Tumurun
Bagi para pencinta seni modern dan kontemporer, Museum Tumurun adalah destinasi wajib yang menyuguhkan pengalaman estetis berstandar internasional. Museum privat yang dimiliki oleh keluarga besar pengusaha tekstil Sritex ini menyimpan ratusan koleksi karya seni rupa tingkat tinggi, mulai dari lukisan, patung instalasi raksasa, hingga jajaran mobil antik yang dirawat dengan sangat sempurna.
Setiap sudut di dalam Museum Tumurun dirancang dengan pencahayaan yang dramatis, membuat karya seni yang dipajang terlihat begitu hidup dan instagramable. Karena kuota kunjungan dibatasi demi menjaga kenyamanan dan kelestarian karya seni, pengunjung diwajibkan untuk melakukan registrasi secara daring (online) terlebih dahulu sebelum datang ke lokasi.
5. Solo Safari
Solo Safari hadir sebagai wajah baru dari Taman Satwa Taru Jurug yang telah direvitalisasi secara total bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia. Destinasi eduwisata keluarga ini mengusung konsep kebun binatang modern tanpa jeruji besi (open-space zoo), di mana satwa-satwa dibiarkan hidup bebas di dalam habitat buatan yang dibatasi oleh parit air tersembunyi demi keamanan pengunjung.
Di tempat wisata di Solo ini, Anda dapat berjalan kaki santai melintasi zona-zona satwa dari berbagai belahan dunia, berinteraksi langsung dengan hewan jinak, hingga menyaksikan pertunjukan kecerdasan satwa yang menghibur. Fasilitas restoran terapung di tepi danau buatan menambah keseruan berlibur, memungkinkan Anda makan siang sembari melihat kawanan singa atau satwa air dari balik dinding kaca.
6. Kampung Batik Laweyan
Kampung Batik Laweyan merupakan salah satu kawasan cagar budaya tertua di Solo yang telah menjadi pusat perdagangan kain batik sejak abad ke-14. Karakteristik unik dari kampung ini terletak pada arsitektur gang-gang sempitnya yang diapit oleh dinding-dinding bata tinggi bergaya Indische Empire, peninggalan masa kejayaan para saudagar (pengusaha kaya) batik Laweyan tempo dulu.
Selain berburu kain dan pakaian batik berkualitas prima langsung dari rumah produksinya, pengunjung juga bisa mengikuti kelas lokakarya (workshop) membatik kilat. Di sini, Anda akan diajarkan teknik dasar mencanting batik tulis menggunakan malam hangat di atas kain mori, yang hasilnya dapat dibawa pulang sebagai suvenir otentik liburan Anda.
7. Kampung Batik Kauman
Berbeda dengan Laweyan yang bernuansa pemukiman saudagar, Kampung Batik Kauman memiliki sejarah yang erat dengan lingkaran dalam istana karena dulunya merupakan tempat tinggal para abdi dalem Keraton Surakarta. Lokasinya yang berada strategis di dekat Masjid Agung Solo membuat motif-motif batik yang dihasilkan di kampung ini cenderung lebih klasik, pakem, dan bernuansa gelap khas keraton.
Menyusuri jalur pedestrian Kampung Kauman yang tenang memberikan kedamaian tersendiri bagi para pejalan kaki. Barisan rumah tradisional berarsitektur Jawa kuno yang dialihfungsikan menjadi galeri seni dan ruang pameran batik tulis halus memastikan Anda mendapatkan produk batik dengan nilai seni yang tinggi.
8. Pasar Gede Hardjonagoro
Pasar Gede Hardjonagoro bukan sekadar tempat transaksi jual beli tradisional biasa, melainkan ikon wisata kuliner legendaris yang tidak boleh dilewatkan. Bangunan pasar ini dirancang oleh arsitek ternama Belanda, Thomas Karsten, dengan memadukan unsur atap joglo Jawa dan struktur ventilasi kolonial yang kokoh, membuat udara di dalam pasar tetap terasa sejuk.
Kawasan lantai dasar Pasar Gede adalah surga bagi para pemburu jajanan pasar otentik khas Solo. Anda wajib mengantre untuk mencicipi kesegaran Dawet Telasih Bu Dermi, menikmati manisnya aneka lenjongan (jajanan pasar dari singkong dan ketan), hingga mencoba gurihnya hidangan brambang asem yang disajikan di atas pincuk daun pisang.
9. Pasar Klewer
Terletak berdampingan dengan Alun-Alun Utara Keraton, Pasar Klewer memegang predikat sebagai pusat perdagangan tekstil dan produk batik terbesar di wilayah Jawa Tengah. Pasar bertingkat yang selalu ramai ini menjadi destinasi utama bagi para pedagang grosir maupun wisatawan ritel yang ingin memborong pakaian dengan harga miring.
Kemampuan menawar adalah kunci utama untuk mendapatkan harga terbaik saat berbelanja di Pasar Klewer. Keberagaman produk yang ditawarkan, mulai dari daster santai, kemeja batik modern, hingga kain sutra bermotif eksklusif, memastikan seluruh kebutuhan sandang tradisional Anda dapat terpenuhi dengan sangat hemat.
10. Taman Balekambang Solo
Taman Balekambang merupakan oase hijau bersejarah seluas belasan hektare yang dibangun oleh Adipati Mangkunegara VII pada tahun 1921 sebagai wujud kasih sayang kepada putri-putrinya. Setelah melewati proses revitalisasi besar-besaran, taman kota ini kini tampil semakin memukau dengan jalur pedestrian yang rapi, jembatan kaca, dan danau buatan yang bersih.
Keunikan abadi dari Taman Balekambang adalah keberadaan kawanan rusa jinak dan monyet yang dibiarkan hidup bebas berkeliaran di antara pepohonan beringin raksasa. Pengunjung bisa membeli pakan di lokasi untuk berinteraksi langsung dengan rusa-rusa tersebut, atau menonton pertunjukan kesenian tradisional Ketoprak yang rutin digelar di gedung kesenian dalam taman.
11. Museum Radya Pustaka
Didirikan pada tahun 1890, Museum Radya Pustaka memegang status penting sebagai museum tertua yang berdiri di Indonesia. Berlokasi strategis di jalur utama Jalan Slamet Riyadi, museum ini menjadi pusat penyimpanan arsip sejarah, manuskrip Jawa kuno bertuliskan tangan, serta berbagai benda pusaka peninggalan zaman kerajaan mataram islam.
Di dalam ruangan museum yang bernuansa klasik ini, pengunjung dapat mengagumi berbagai jenis wayang kulit purba, koleksi keris bertatahkan permata, arca batu, hingga piringan hitam kuno. Keberadaan patung dada cor perunggu Raden Ngabehi Ronggowarsito, pujangga besar keraton, di halaman depan museum menambah kewibawaan nilai edukasi tempat ini.
12. De Tjolomadoe
Meskipun secara administratif berada di perbatasan Karanganyar, De Tjolomadoe merupakan bagian tak terpisahkan dari rencana perjalanan wisata Solo karena letaknya yang sangat dekat dari bandara. Destinasi ini merupakan kompleks bekas pabrik gula Colomadu yang didirikan pada tahun 1861, kemudian direvitalisasi secara genius menjadi kawasan wisata sejarah dan pusat konvensi modern.
Arsitektur industrial eropa abad ke-19 sengaja dipertahankan dengan sangat apik, memperlihatkan jajaran mesin giling tebu raksasa buatan Jerman yang dicat ulang dan dijadikan sebagai instalasi seni yang megah. Kawasan ini dilengkapi dengan ruang pameran sejarah digital, kafe-kafe estetik, serta taman luar ruangan yang luas untuk bersantai di sore hari.
13. Lokananta
Lokananta merupakan studio rekaman musik pertama dan tertua milik negara Indonesia yang kini telah bertransformasi menjadi ruang kreatif modern (creative hub) bagi generasi muda. Tempat bersejarah ini menyimpan jutaan aset berharga musik Indonesia, termasuk master rekaman suara asli Proklamasi Kemerdekaan oleh Bung Karno dan piringan hitam lagu-lagu daerah pertama.
Pasca-revitalisasi, Lokananta tidak hanya berfungsi sebagai museum musik yang interaktif, tetapi juga dilengkapi dengan area galeri seni, amfiteater terbuka untuk konser musik luar ruangan, serta deretan gerai kopi lokal kekinian. Transformasi ini sukses menarik minat kalangan anak muda untuk kembali mengenal sejarah industri musik tanah air dengan cara yang menyenangkan.
14. The Heritage Palace
The Heritage Palace memanfaatkan kawasan bekas pabrik gula Gembongan untuk disulap menjadi taman hiburan bertema eropa klasik yang sangat megah. Begitu memasuki area halaman luar, Anda akan disambut oleh fasad bangunan bata merah berpilar tinggi menyerupai kastel eropa, dilengkapi dengan barisan mobil-mobil antik super langka yang diparkir rapi.
Destinasi tempat wisata di Solo ini sangat ramah keluarga karena menyediakan berbagai wahana hiburan dalam ruangan, seperti Museum 3D Trick Art yang menyajikan ilusi optik menyenangkan untuk berfoto, Omah Walik (rumah terbalik), dan Museum Transportasi. Tempat ini menjamin Anda pulang membawa galeri foto liburan yang unik dan estetik.
15. Benteng Vastenburg
Benteng Vastenburg merupakan benteng pertahanan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1745 untuk mengawasi aktivitas pemerintahan di Keraton Surakarta. Struktur bangunan benteng ini dikelilingi oleh parit air kuno serta dinding bata tebal dengan menara intai di setiap sudutnya, menyajikan atmosfer sejarah perjuangan yang sangat kuat.
Meskipun bagian dalam benteng berupa lapangan rumput terbuka yang luas, kawasan cagar budaya ini memiliki peran penting sebagai ruang publik kreatif kota Solo. Benteng Vastenburg sering kali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan festival seni budaya tahunan berskala besar, pasar kuliner malam, hingga konser musik musisi nasional dan internasional.
16. Koridor Gatot Subroto (Gatsu) & Ngarsopuro
Koridor Jalan Gatot Subroto (Gatsu) dan kawasan Ngarsopuro telah ditata secara artistik menjadi pusat seni jalanan dan pedestrian malam hari yang paling hits di Solo. Di sepanjang jalan ini, pintu-pintu besi pertokoan sengaja dilukis dengan ratusan mural kreatif bermotif budaya dan tokoh nasional karya seniman lokal, menciptakan galeri seni jalanan terbuka yang menawan.
Pada akhir pekan, kawasan ini menjelma menjadi Ngarsopuro Night Market, di mana jalanan ditutup untuk kendaraan dan diisi oleh jajaran stan UMKM yang menjual kerajinan tangan tradisional, pakaian batik, serta kuliner kaki lima. Berjalan kaki di sini di bawah temaram lampu kota memberikan romansa malam khas Solo yang sangat syahdu.
Tips Nyaman Berwisata ke Solo
Agar rencana perjalanan liburan Anda menjelajahi keindahan berbagai tempat wisata di Solo dapat berlangsung dengan efisien, aman, serta menyenangkan, perhatikan beberapa tips praktis berikut:
1). Manfaatkan Transportasi Umum dan Tradisional: Solo memiliki layanan bus kota BRT bernama Batik Solo Trans (BST) yang jalurnya menjangkau seluruh destinasi utama kota dengan tarif sangat murah. Untuk pengalaman yang lebih unik, cobalah menyewa Becak Wisata atau menaiki Bus Tingkat Jaladara dan Kereta Kluthuk Jaladara (kereta uap kuno yang melintasi jalan protokol utama kota).
2). Patuhi Aturan Busana di Tempat Budaya: Mengingat destinasi utama Solo adalah keraton dan tempat ibadah sakral seperti Masjid Sheikh Zayed, pastikan Anda selalu mengenakan pakaian yang sopan (celana panjang/rok di bawah lutut dan baju berlengan). Hindari pula mengenakan kacamata hitam atau topi saat berada di dalam area inti keraton.
3). Eksplorasi Kuliner Malam yang Autentik: Liburan ke Solo belum lengkap tanpa menikmati tradisi kulineran malamnya. Agendakan waktu Anda untuk mencicipi kehangatan Nasi Liwet di Keprabon, mencoba gurihnya Selat Solo di warung legendaris, atau bersantai menikmati minuman jahe hangat wedang ronde di deretan kedai Hik (angkringan khas Solo).
4). Siapkan Dua Sistem Pembayaran: Meskipun adopsi metode pembayaran digital berbasis kode QRIS sudah sangat merata di kafe, museum modern, dan pusat perbelanjaan Solo, uang tunai pecahan kecil tetap sangat penting. Uang tunai ini akan Anda butuhkan untuk membayar retribusi parkir lokal, membeli jajanan pasar tradisional, atau saat menaiki becak kayuh.
Kota Solo secara konsisten membuktikan dirinya sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang memikat hati berkat kesetiaannya menjaga ruh tradisi Jawa di tengah derasnya arus modernisasi. Keberhasilan kota ini dalam merevitalisasi aset bersejarah seperti Pura Mangkunegaran dan Lokananta, yang dipadukan harmonis dengan kehadiran ikon modern Masjid Sheikh Zayed dan Solo Safari, memastikan bahwa setiap preferensi liburan Anda dapat terakomodasi dengan sangat memuaskan di sini.
Kunci utama untuk mendapatkan memori liburan terbaik di Kota Solo terletak pada kesediaan Anda untuk menikmati perjalanan dengan tempo yang lebih santai, menyatu dengan keramahan penduduk lokal, serta selalu menghormati adat istiadat setempat. Dengan menjaga kebersihan lingkungan cagar budaya yang Anda kunjungi, petualangan Anda menjelajahi tempat wisata di Solo dijamin akan menyisakan kenangan manis yang mendalam dan selalu membuat Anda rindu untuk kembali. Selamat merencanakan liburan seru ke Solo!