Cara Buat Password Akun Coretax Baru

Halo, Sobat Pajak! Seiring dengan migrasi ke sistem Coretax Administration System (CTAS), ada satu hal penting yang sering bikin kita dilema: bikin password baru. Mungkin kamu berpikir, “Ah, samain aja deh sama password email atau password akun sosmed biar nggak lupa.”

Eits, tunggu dulu! Memasukkan data pajak ke sistem Coretax itu sama saja dengan mengelola kunci brankas keuangan perusahaan atau pribadimu. Kalau password-mu gampang ditebak, risikonya nggak main-main bisa jadi pintu masuk buat orang iseng yang ingin menyalahgunakan data pajakkmu.

Nah, biar akun Coretax-mu aman sentosa tapi kamu nggak perlu pusing mengingat sandi yang rumit, yuk kita pelajari cara bikin password yang “sakti” dan memenuhi standar keamanan sistem Coretax yang baru!

Kenapa Harus Bikin Password Baru yang Lebih Kuat?

Sistem Coretax ini punya standar keamanan yang jauh lebih ketat dibanding DJP Online versi lama. Mengapa? Karena semua data transaksi, bukti potong, hingga informasi kekayaanmu sekarang terintegrasi dalam satu pintu. Kalau password-mu lemah, ibaratnya kamu memasang gembok rumah tapi kuncinya ditaruh di bawah keset. Siapapun yang lewat bisa masuk dengan mudah.

Jadi, meluangkan waktu 5 menit untuk menyusun password yang kuat adalah investasi keamanan yang sangat berharga buat bisnismu!

3 Aturan Emas Bikin Password “Sakti”

Sebelum masuk ke teknis, ikuti dulu aturan “3E” (Efektif, Enkripsi, Eksklusif) untuk password Coretax-mu:

1). Jangan “Logika Biasa”

Hindari menggunakan informasi yang mudah ditebak oleh orang lain atau bisa dicari di media sosialmu. Contoh yang HARUS DIHINDARI:

  • Tanggal lahirmu atau tanggal lahir direktur perusahaan.
  • Nama panggilan, nama pasangan, atau nama peliharaan.
  • Nama perusahaan atau alamat kantor.
  • Urutan angka simpel seperti 12345678 atau qwerty.
  • Kata “pajak” atau “indonesia” yang digabung dengan tahun berjalan.

2). Gunakan Kombinasi Kompleks

Sistem Coretax kemungkinan besar akan mewajibkan syarat minimum password. Agar aman, gunakan formula ini:

  • Minimal 12 Karakter: Semakin panjang, semakin sulit ditebak oleh robot peretas.
  • Huruf Besar & Kecil: Gabungkan keduanya (contoh: A dan a).
  • Angka: Tambahkan minimal satu atau dua angka.
  • Simbol: Ini “bumbu rahasia” yang bikin password makin susah ditembus (contoh: @, #, !, $, atau &).

3). Teknik Passphrase (Kalimat Sandi)

Daripada menghafal kata-kata acak yang aneh, gunakan teknik passphrase. Ambil satu kalimat pendek yang cuma kamu yang tahu, lalu modifikasi.

  • Contoh: Kalimat “Makan Nasi Goreng Jam 7 Malam”
  • Ubah jadi: mK4nN4siG0r3ng_j@m7mlm!
  • Ini jauh lebih aman dan lebih mudah diingat daripada kombinasi acak seperti x7f#L9pQ2wR.

Langkah-Langkah Mengubah/Membuat Password di Coretax

Nanti, saat sistem Coretax sudah benar-benar aktif, kamu bisa mengatur password melalui portal pajak.go.id. Berikut alur umumnya:

1). Login Pertama Kali: Masukkan NIK/NPWP dan password lama kamu.

2). Masuk ke Menu Profil/Keamanan: Cari menu yang bertuliskan “Keamanan” atau “Profil Akun”. Di sana akan ada opsi “Ubah Password”.

3). Masukkan Password Lama: Sistem akan memintamu memastikan bahwa itu memang benar-benar kamu.

4). Masukkan Password Baru: Ketik password “sakti” yang sudah kamu susun tadi.

5). Konfirmasi: Ketik ulang password baru untuk memastikan tidak ada salah ketik.

6). Simpan: Klik tombol “Simpan” atau “Update”. Selesai!

Tips Anti-Lupa (Tanpa Harus Menulis di Kertas!)

Punya password yang rumit tapi nggak mau pusing tiap kali login? Ini solusinya:

1). Gunakan Password Manager: Ini adalah aplikasi yang bisa menyimpan semua password-mu dengan enkripsi tinggi. Contohnya seperti Bitwarden, 1Password, atau LastPass. Kamu cuma perlu menghafal satu “Master Password” saja, sisanya aplikasi yang simpan. Ini jauh lebih aman daripada nulis di sticky note yang ditempel di monitor.

2). Bikin “Jembatan Keledai”: Kalau tidak pakai aplikasi, gunakan kalimat unik yang punya cerita buat kamu. Contoh: Nama sekolah SD digabung dengan warna favoritmu.

3). Ubah Secara Berkala: Jangan pakai password yang sama selama bertahun-tahun. Coba ganti setiap 6 bulan sekali.

Apa yang Harus Dilakukan Kalau Lupa Password?

Tenang, Sobat! Kalau suatu saat kamu benar-benar lupa (karena sudah pakai password yang saking aman-nya sampai lupa sendiri), Coretax menyediakan fitur Lupa Password:

  • Klik link “Lupa Password” di halaman login.
  • Masukkan NPWP dan alamat email yang terdaftar.
  • DJP akan mengirimkan link reset ke emailmu.
  • Ikuti langkah di email untuk membuat password baru.

Itulah kenapa syarat pertama mendaftar/aktivasi tadi adalah email yang aktif. Kalau emailmu mati, fitur ini tidak akan bisa digunakan!

Keamanan Akun = Keamanan Bisnis

Mungkin kamu mikir, “Ah, emang ada yang mau hack akun pajak saya?” Jangan salah, Sobat! Di era digital ini, data pajak adalah target empuk bagi oknum yang tidak bertanggung jawab. Data perusahaan bisa disalahgunakan untuk membuat faktur pajak fiktif atau kegiatan ilegal lainnya yang justru bakal merugikanmu di kemudian hari.

Dengan membuat password yang kuat dan aman, kamu sebenarnya sedang melindungi “harta” terpenting perusahaanmu, yaitu identitas bisnis.

Jadi, sudah siap bikin password yang lebih tangguh? Yuk, luangkan waktu sebentar untuk merombak password-mu hari ini. Ingat, password yang kuat adalah benteng pertama bagi bisnis yang hebat! Selamat mencoba, Sobat Pajak!

Berita terkait