Korlantas Polri Gelar Tes Psikologi Program Beasiswa Pendidikan Bagi Personel
Samsat.id – Korlantas Polri menggelar kegiatan Pembinaan Program Beasiswa Pendidikan bagi personel di gedung NTMC Korlantas Polri, pada Selasa (3/3/2026). Salah satu kegiatan pembinaan yakni diadakannya tes psikologi atau psikotes bagi para personel. Tes ini bertujuan untuk memastikan personel yang terpilih memiliki kualitas intelektual, kepribadian, serta kesiapan mental yang mumpuni untuk menjalani pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.
Kasubbid Klasifikasi Psikologi Personel SSDM Polri, AKBP Hairil Susanto mengatakan pihaknya menggelar tes psikologi sebagai bagian dari seleksi calon penerima beasiswa program Korea Passport, yang bertujuan menjaring personel dengan tingkat kecerdasan yang memadai, kepribadian yang sehat, serta ketahanan mental yang kuat.
“Tes psikologi dalam rangka seleksi calon penerima beasiswa program Korea Passport. Tujuan tes ini adalah memilih personel yang memiliki kecerdasan mumpuni, kepribadian yang sehat, dan mental yang kuat,” ujar Hairil.
Menurutnya, seleksi ini penting agar penerima beasiswa mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik dan tepat waktu serta dapat memenuhi tujuan dari pemberian beasiswa tersebut.
Dalam prosesnya, terdapat tiga subtes utama yang menjadi indikator penilaian, yakni tes kecerdasan, tes kepribadian, dan tes kinerja.
“Yang pertama adalah subtes kecerdasan. Kami ingin memilih personel dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata agar mampu menerima dan menyelesaikan materi pendidikan dengan baik,” jelasnya.
Selanjutnya, tes kepribadian difokuskan untuk melihat stabilitas mental serta motivasi peserta.
“Pada tes kepribadian, kami mengharapkan personel yang terpilih memiliki kepribadian yang baik dan motivasi mental yang kuat untuk melaksanakan tugas pendidikan tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, subtes kinerja bertujuan untuk menilai sikap dan etos kerja peserta, termasuk kemampuan bekerja secara cepat, teliti, serta memiliki daya tahan stres yang tinggi.
“Subtes kinerja ini penting karena kami ingin memilih personel yang memiliki sikap kerja yang baik, cepat, teliti, serta memiliki daya tahan stres yang tinggi sehingga mampu menyelesaikan beban tugas pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri,” ungkap Hairil.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi ini merupakan bagian dari tanggung jawab SSDM Polri dalam memastikan setiap penugasan khusus, termasuk tugas belajar dan penugasan luar negeri, diberikan kepada personel yang tepat dan siap secara psikologis.
Dengan seleksi yang ketat dan terukur, diharapkan penerima beasiswa dapat menjalankan pendidikan secara optimal dan memberikan kontribusi terbaik bagi institusi Polri ke depan. (adm/sat-002)