Akademisi: Teknologi Digital Bantu Perjalanan Mudik Lebaran 2026

Samsat.id – Akademisi yang juga Guru Besar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Albertus Wahyurudhanto, menyoroti peran teknologi digital yang semakin dominan dalam mendukung mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026.

Menurutnya, penggunaan teknologi seperti Global Positioning System (GPS), sistem pembayaran non-tunai, hingga kebijakan pemerintah terkait pola kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) turut memengaruhi dinamika pergerakan pemudik di berbagai wilayah.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya peningkatan literasi publik dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Pasalnya, masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan, mulai dari kesalahan penggunaan navigasi hingga kurangnya kesiapan dalam sistem pembayaran elektronik di jalan tol.

“Ini bukan kesalahan teknologi atau manusia semata, tetapi bagian dari proses adaptasi di era digital. Literasi publik menjadi kunci agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Albertus dalam program Apa Kabar Indonesia Siang Tv One, dikutip, Minggu (12/4/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis data dalam pengambilan keputusan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Meski teknologi memiliki peran besar, keputusan akhir tetap berada di tangan manusia dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kearifan dalam bertindak.

“Data menjadi support system yang sangat penting, tetapi keputusan tetap diambil oleh manusia. Di sinilah peran kepemimpinan dan kebijakan menjadi krusial,” jelasnya.

Albertus juga mengapresiasi capaian Operasi Ketupat 2026 yang mendapat respons positif dari masyarakat. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja kolaboratif berbagai pihak.

Menurutnya, Polri tidak bekerja sendiri, melainkan didukung oleh tenaga kesehatan, instansi pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lain yang tergabung dalam posko terpadu di berbagai titik jalur mudik.

“Posko mudik dan pelayanan jelas berkontribusi besar, karena di dalamnya ada berbagai unsur pendukung. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan arus mudik dilakukan secara terpadu dan kolaboratif,” katanya.

Ia pun berharap kolaborasi lintas sektor serta pemanfaatan teknologi digital dapat terus ditingkatkan guna memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi masyarakat pada penyelenggaraan mudik di tahun-tahun mendatang. (ad/sam-01)

Berita terkait